Rabu, 02 Januari 2013

Jangan Galau

  Banyak permasalahan di negeri ini,mulai dari sistem ekonomi yang melahirkan kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya,kebudayaan yang tak beridentitas,kondisi politik yang menghalakan segala cara demi kepentingan sekelompok orang atau bahkan untuk kepentingan pribadi,dan masih banyak setumpuk permasalahan lain yang tidak mungkin kita bahas satu persatu.

  Permasalahan ini juga terjadi di seluruh dunia,karena tidak ada satupun kejadian yang tak berhubungan satu dengan yang lainnya,invasi israel terhadap Palestina,seakan tidak ada hubungannya dengan Amerika yang saat ini sibuk membahas Jurang fiskal/problem pengelolaan utang Amerika,yang pada kenyataannya sangat erat kaitannya dan bahkan sangat intim. Hal ini dipertegas ungkapan Kementerian Keuangan Amerika yang mengingatkan supaya batas utang Negeri Adi Daya itu tidak melampaui USD 16,4 triliun agar tidak bangkrut. Bila itu terjadi, 88 persen warga Amerika akan mengalami kenaikan pajak, sehingga negara ini akan mengalami resesi. Dan sesungguhnya krisis ini sudah terjadi sejak pemerintahan Presiden George W. Bush.

  Invasi Israel terhadap Palestina/Amerika terhadap irak di tahun 2003,afganistan dll,adalah salah satu upaya pemulihan krisis yang mereka alami. Isu terorisme yang saat ini mendunia sekalipun,termasuk di indonesia adalah bentuk konspirasi global yang mereka angkat untuk di jadikan legitimasi kepentingan mereka. Fakta yang sudah menjadi rahasia umum bahwa isu terorisme yang mereka angkat untuk menghalalkan invasinya terhadap irak sama sekali tidak terbukti,kenyataannya kekayaan minyak iraklah yang menjadi tujuan mereka.

   Beberapa perhitungan yang terkait dengan motif ekonomi dan bisnis dari serangan AS atas Irak antara lain sebagai berikut : (1) Kekayaan minyak bumi yang dimiliki oleh Irak merupakan cadangan minyak kedua terbesar setelah Arab Saudi. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Centre for Global Energy Studies (CGES) London, Irak diperkirakan memiliki 112 miliar barrel cadangan minyak. Berdasarkan data tersebut, Irak merupakan pemilik 11 persen cadangan minyak dunia. Selain itu, menurut US Energy Information Administration, Irak memiliki 73 ladang minyak mentah dan hanya 15 ladang yang telah dikembangkan; (2) ingin menciptakan tatanan dunia baru yang “lebih aman” dengan tujuan kebebasan ekonomi dan politik. Hal ini merupakan strategi geopolitik AS di kawasan Timur Tengah. Bagi AS, Irak merupakan ancaman potensial bagi kepentingannya dan sekutu terdekatnya Israel di kawasan Timur Tengah; (3) Proyek rekontruksi pasca perang yang akan menguntungkan AS. Kehancuran infrastruktur akibat perang akan melahirkan proyek-proyek rekontruksi dengan dana yang besar. Sebagai pemeran utama invasi, AS akan mengambil proyek-proyek tersebut untuk meraup keuntungan besar pascaperang.
 
   Terlepas dari ini semua,saya hanya memberi salah satu contoh kecil dari seluruh rentetan kejadian dan adanya "konspirasi" besar dari setiap kejadian yang ada di muka bumi ini,dan ternyata saling berkaitan. Hal ini bukan hanya akan berdampak secara politik,ekonomi/budaya saja,tapi dengan apapun yang berhubungan baik secara langsung atau tidak langsung demi melancarkan konspirasi yang super dahsyat.

   Siapapun lebih menyukai perdamaian daripada perang,lebih menginginkan hal yang sederhana daripada yang rumit,pokoknya apapun yang asyik,keren dan membuat kita senang,itulah yang menjadi harapan kita,sangat manusiawi dan memang menjadi keinginan banyak orang.

    Mari berpolitik !!!,Ayo lawan penindasan, REVOLUSI !!!, adalah kata/kalimat yang rasanya sungkan kita ucapkan,memangnya apa yang bisa kita perbuat?,rasanya sia sia saja. Perang masih tetap berlangsung,melihat kelakuan para elit politik/kondisi politik adalah hal yang mebosankan dan bikin kita semakin muak saja. Apatisme adalah jawabannya,dan tahukah kita bahwa apatisme adalah jebakan dari konspirasi itu sendiri,akhirnya semua orang jadi GALAU dan mencari alternatif  lain. Mulai dari membentuk kelompok sendiri,menyibukkan diri dengan apapun yang bisa membuat kita survive dengan situasi yang serba tidak jelas ini,atau mencari kebenaran baru dan agama baru,karena kita berpikir bahwa kita tidak memiliki kapasitas/kekuatan untuk merubah kondisi ini,atau apatisme kita adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap system yang kacau balau ini,lebih parahnya lagi menganggap bahwa kita bukan merupakan dari bagian konspirasi yang sedang mereka lakukan saat ini.
   
      Hegemoni lewat bebagai macam propaganda media dll,membuat kita terjebak dalam satu aktifitas seragam dan dampak yang seragam yaitu individualistik dan terkotak kotak. Mahasiswa asyik dengan diskusi diskusi alam bawah sadar dan terserabut dari realitas sesunngguhnya, yang miskin menghabiskan waktu dengan kerja keras untuk menafkahi keluarganya yang serba kekurangan,yang kaya berfikir bagaimana agar investasi dan bisnisnya semakin besar,para pemuka agama seakan hanya memberi ocehan kosong tanpa solusi. Apakah memang seperti ini seharusnya alur kehidupan? Siapa yang harus kita jadikan panutan? kemana kita harus melangkah ? Apa yang harus kita lakukan ?. Pembunuhan rakyat tidak berdosa,invasi Israel atas Palestina,korupsi para elit politik,penggusuran rumah rumah kumuh untuk kepentingan investor,dan segudang ketidak adilan yang terjadi hanya jadi tontonan belaka sekalipun secara kasat mata,dan tanpa harus faham jutaan teori teori tentang demokrasi dkk,semua orang bisa tahu bahwa hal tersebut adalah pemandangan yang salah.
  
       Hal yang jarang kita bahas dari gagalnya system yang ada saat ini adalah dampak psikologis yang dialami oleh manusia,yaitu kekosongan karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Kekosongan inlah yang mereka manfaatkan untuk mengisinya dengan hal yang lebih ideologis,setelah semua yang ada direkayasa seakan tidak bisa memberi solusi,maka kita akan mencari alternatif baru untuk menjawab semua kegalauan,bukan sekedar permasalahn politik tapi lebih ke substansi keyakinan/akidah.

     

   Masih galau??? berarti kita terjebak dalam sebuah konspirasi. 



Engkong mick jangan galau yah....hhheehehe....
Penulis : Uwee Primitip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar