Minggu, 06 Januari 2013

Kopi Dan Sebatang Rokok

Manusia adalah makhluk paling istimewa,karena manusia memiliki akal. Akal pikiran yang super canggih yang mampu mengontrol dan mengatur kinerja berbagai organ tubuh dan panca indra manusia. Mulai dari mengendalikan dan mengatur denyut jantung yang mampu memompa ribuan liter darah melalui pembuluh darah yang sangat panjang, mengontrol dan mengatur kinerja paru-paru yang memberikan supply oksigen bagi tubuh yang tidak pernah berhenti sedetikpun dan berbagai panca indra lainnya. Kedahsyatan potensi akal pikiran manusia tidak perlu diragukan lagi.

Dengan akal ini manusia memiliki kemampuan untuk memahami bagaimana proses berpikir dan mengelola pikirannya. Manusia dapat mempelajari ilmu pengetahuan, mengungkap berbagai misteri kehidupan, menjelajahi ruang angkasa, mengarungi samudra luas tak berbatas. Akal banyak berperan menemukan berbagai Ilmu pengetahuan yang sudah konfrehensif, sistematis,koheren dan teorities.

Jika melihat sejarah ilmu-ilmu terapan sebenarnya jauh lebih tua dibandingkan dengan ilmu-ilmu apriori dan aposteriori. Penerapan tertua misalnya, seleksi antara tumbuhan dan hewan yang dapat dimakan atau dapat digunakan sebagai obat (herbal), atau yang mengandung racun, pertukaran musim yang dapat dimamfaatkan bagi kebutuhan pertanian dll. Namun yang menjadikan suatu pengetahuan sebagai ilmiah bukannya pengetahuan itu dapat diterapkan, melainkan karena sifatnya sebagai hasil pemahaman secara teorities.

Pada abad 15 ilmu pengetahuan semakin matang. Penggabungan pola pikir apriori dan aposteriori yang menjadi metode ilmiah, dan disitulah asal muala jaman Renaisans dan Humanisme. Manusia dilihat sebagai pribadi individual dan yang berkuasa (dari aspek kesenian, politik, filsafat, agama, gerakan-gerakan anti agama, teknik, dll). Bahkan ilmu pengetahuan tidak hanya bersifat kontemplatif dan teorities (Aristoteles), melainkan pertama tama mencari keuntungan dengan cara memperkuat kuasa manusia di bumi ini (Paham ini berkembang kuat di dunia barat.

Komponen lain manusia yang sangat mempengaruhi sikap manusia selain akal adalah,Nafsu,dan Hati Nurani.( Trinitas Manusia: Nafsu,akal,hati nurani). nafsu manusia tidak akan pernah habis dan manusia tidak akan pernah merasa puas karena nafsu yang tidak terbatas itu harus dipenuhi oleh dunia yang terbatas. Jika ada yang menganggap bahwa hidup adalah sebuah penderitaan, maka hal itu bisa dilihat dalam hal ini. Penderitaan itu dilihat dari kacamata ketidakmampuan manusia untuk memenuhi semua nafsu yang ada dalam dirinya.


Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang bebas, namun tidak bebas. Oleh karena itu, Jean-Jacques Rousseau, dalam bukunya The Social Contract, mengatakan bahwa, “Man is born free, and everywhere he is in chains.” Hal ini mengindikasikan bahwa manusia memang bebas, namun ia selalu terbelenggu dimana-mana. Tidak perlu jauh-jauh untuk dibuktikan. Manusia senantiasa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi salah satu pembatas kebebasan mereka. Kebebasan satu individu berhadapan dengan individu lainnya dan akan terjadi tubrukan. Jika tidak dibatasi, maka yang terjadi adalah dunia yang penuh dengan rasa egois. Rasa keterbatasan dalam kebebasan manusia inilah yang akhirnya menimbulkan peranan hati nurani seorang manusia.


Hati nurani berperan dalam menentukan perealisasian nafsu yang tidak mengganggu kebebasan orang lain. Dalam hal ini, orang lain harus diutamakan karena jika tidak maka yang timbul adalah dunia yang penuh dengan suasana egois.

Kebutuhan manusia untuk bersosialisasi inilah yang banyak menentukan pola kehidupan manusia secara umum,mengetahui apa yang dibutuhkan manusia secara mendasar akan menciptakan pola sosialisasi yang sehat tanpa harus bertubrukan dengan kepentingan orang lain,lantas apa yang sesungguhnya kita butuhkan?

saya akan coba menjawabnya tanpa harus berpikir keras dan faham ribuan ilmu pengetahuan atau ilmu filsafat :

1. Kita butuh udara tanpa polusi
2. kita butuh tempat bermain yang bebas untuk     membesarkan anak anak
3. kita butuh kebahagiaan bukan uang
4. kita ingin saling berbagi cinta bukan kebencian
5. kita butuh makan cukup dan tempat untuk bercocok tanam,bukan pabrik
6. kita butuh bumi yang hijau dan seimbang
7. dan seterusnya....

lalu kenapa kehidupan ini jadi sulit,jika kebutuhan kita ternyata biasa biasa saja,tidak ada yang hebat ketika kita mampu mendefinisikan A sampai Z,karena letak keberhasilan manusia adalah pada perilaku,yang tepat dalam menghadapi sebuah kondisi/bertindak sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.

Jangan paksa tukang becak baca tulisan ini,karena bukan ini yang mereka butuhkan,dan jika kita menganggap bahwa diri kita lebih pintar dari mereka,sama sekali salah tapi bentuklah kultur yang menuntun kita semua untuk melakukan hal yang benar dan sesuai dengan kebutuhan.


Konon otak orang Indonesia sangat digemari dan jadi rebutan di antara calon penerima donor otak manusia. Di bursa pasar gelap, harga otak manusia Indonesia dikabarkan paling tinggi. Setiap ada persediaan hampir bisa dipastikan langsung laku terjual.
Orang-orang pun heran. Mengapa bukan otak orang Yahudi yang terkenal cerdas-cerdas itu yang diburu? Mengapa bukan otak orang-orang Jepang, yang tersohor memiliki kemampuan tinggi dalam bidang teknologi, yang diperebutkan? Atau, mengapa tidak otak orang Cina yang sudah dikenal luas lihai berbisnis? Mengapa justru otak orang Indonesia?
Setelah dilakukan semacam penelitian, ternyata persepsi para penerima donor otak dalam menentukan pilihan bukan pada standar umum seperti asumsi di atas. Jawab mereka: “Habis, otak orang Indonesia rata-rata masih mulus. Soalnya jarang dipakai

Ada fakta menarik dari berpikir berlebihan :

Berpikir itu membutuhkan energi. Mengakses program berpikir di dalam otak membutuhkan waktu dan konsentrasi. Karena itu Jangan pernah mencoba untuk menggunakan 1% pun memori otak untuk berpikir. Kerusakan memori otak akibat berpikir akan menyebabkan banyak hal, seperti :

1. Stress Jika stress yang diderita semakin parah, akan menyebabkan kegilaan sementara hingga permanen. Ini diakibatkan oleh penggunaan otak melampaui batas, hingga 105% fungsi otak.

2. Sakit perut Imbas dari tertariknya jaringan di otak adalah menegangnya otot-otot perut, sehingga menyebabkan sakit maag, kram perut hingga menyebabkan terjadinya sakit typhus. Sakit perut di perparah oleh kondisi iklim dan situasi yang tidak kondusif, seperti naiknya harga BBM, mahalnya tarif listrik-telpon-air PAM, melambungnya harga sembako, mahal dan langkanya obat, serta lowongan pekerjaan yang tidak pernah tersedia.

Berbagai forum diskusi dengan ribuan buku dan jutaan referensi,ternyata bukan kebutuhan kita saat ini,kadang hanya dengan sebatang rokok dan kopi saja cukup mampu membuat kita bahagia melewati hari ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar